Dokumentasi

MABMI Batubara Peogramkan Lahirkan Lembaga Adat Daerah

Batubara,(Analisa). Setelah studi banding ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) di Siak Sri Indrapura baru-baru ini, Majlis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Batubara merencanakan program kelahiran Lembaga Adat Daerah. Ketua umum Pengurus Daerah (PD) MABMI Batubara H OK Arya Zulkarnain SH MM melalui Ketua Harian MABMI Batubara Sahril Hasanel Basri SPd menjelaskan, Rabu (16/5), lembaga adat yang diprogramkan itu, menyatukan persepsi tujuh kedatukan yang ada di Batubara sebelumnya. Ke tujuh kedatukan yakni, Kedatukan Limalaras dan Bogak di Kecamatan Tanjung Tiram. Kedatukan Tanah Datar di Kecamatan Limapuluh., Kedatukan Limapuluh, Kedatukan Tanjung Kasau, Kedatukan Sipare-pare dan Kedatukan Tanjung di Kecamatan Sei Suka. Enam turunan kedatukan yang ada tersebut sudah dihubungi. Menyambut baik program itu. Satu lagi belum karena tempat mukimnya jauh, yakni, turunan Tanjung, turunan Raja Kelima Tanjung Datuk Sendeh. Sahril Hasanel Basrti berharap dalam waktu dekat dapat langsung bertatap muka dengan keturunan Datuk Sendeh tersebut dan setelah itu akan bertemu antara MABMI dan tujuh kedatukan paling lama Desember 2012. Lembaga adat inilah nantinya yang akan memberi gelar kepada mereka yang pantas diberi anugerah gelar itu. Intinya sama dengan apa yang dilakukan oleh LAM-R di Siak Sri Indrapura, ujar Sahril Hasanel Basri. Mengapa harus studi banding ke Siak? Menurut Sahril Hasanel Basri, antara Siak dan tujuh kedatukan di Batubara memiliki historis khusus yang tidak bisa dilupakan dan dipisahkan. Hal tersebut sudah menjadi ketetapan MABMI Batubara, ujarnya. (al)